Minat Belajar Sejarah dan Tantangan Pengembangan Komunitas Sejarah Halaman  2 - Kompasiana.com

Saat mempelajar ilmu sejaran pastinya kita ini bbukan hanya menggali mengenai informasi peristiwa pada masa lalu. Lebih dari itu untuk proses peristiwa dalam sejarah ini haru bisa direkonstruksi secara obyektif. Guna mengungkapkan peristiwa sejarah ini butuh kemampuan dan juga cara berpikir yang diakronik dan sinkronik. Dengan kemampuan ini maka kita ini  bisa mempelajari mengenai sebuah peristiwa sejarah yang ada dari semua aspek, selain itu kita juga tahu bagaimana kronologisnya.

 

Diakronik

Menutut bahasa dia kronik ini awalnya berasal dari bahasa latin yang punya arti melalui atau bisa juga melampaui. Kemudian untuk chronicus punya arti waktu. Maksud dari diakronik ini adalah untuk memanjang dalam ukuran waktu dan menyempit dari segi ruang. Saat berpikir secara diakronik hal tersebut juga sering di sebut dengan berfikir secara berurutan dan kronologis.

Kronologis ini merupakan catatan dari kejadian- kejadian yang di urutkan sesuai dengan waktu atau bisa juga sesuai dengan urutan kejadian. Dalam menganalisa sebuah peristiea cukup banyak sejarawan yang memakai pendekatan diakronik ini. Salah satu contohnya adalah mengenai peristiwa perang Diponegoro yang terjadi di 1825-1830.

Didalam ceritaya perang yang satu ini terjadi karena beberapa faktor diantaranya:

  • Pertama ini karena belanda ini mengintervensi urusan keraton Yogyakarta
  • Kedua Belanda membeni para rakyat dengan pajak
  • Terakhir membuat jalan raya yang sengaka melewati tanah leluhur dari Diponegoro di Tegalrejo

Karena hal tersebut akhirnya dipenogoro ini menyatakan untuk perang yag mulai meletus di 20 Juli 1825, kemudian perang ini akhirnya berakhir di 18 Maret 1830. Berhentinya perang ini karena telah di tangkap pangeran dari Diponegoro oleh Jenderal De Kock di Magelang. Setelah di tangkap kemudian pangeran Diponegoro  ini di asingkan ke makasar sampai dirinya meninggal dunia di tahun 1855. Berikut ini adalah ciri- ciri dari konsep diakronik:

  • Kronologis
  • Menekankan pada proses
  • Memiliki konsep perbandingan
  • Cakupan pembahasan luas

 

Sinkronik

Pengertian singkronik asalnya dari bahasa yunani syn yang memiliki arti msa atau arti waktu. Secara makna sinkronik ini artilnya lebih meluas dalam ruang dan menyempit dalam waktu. Membahas secara sinkoronik akan menjelaskan bagaimana berbagai aspek ini bisa mempengaruhi terjadinya suatu peristiwa dalam sebuah sejara untuk menjelaskan satu titik tertentu.

Salah satu contohnya adalah pada saar terjadi penyerbuan pangeran  Diponegoro dan juga pengikutnya oleh pasukan belanda yang ada di Tegalrejo pada 20 Juli 1825. Hal tersebut jika di kaji lagi berdasarkan pendekatan sinkronik maka Perang Diponegoro ini bisa dilihat kapan di mulainya yaitu di tanggal 20 Juli 1825. Perang yang satu ini diawali dengan digatinya patok di sebuah proyek saat membangun jalan Magelang-Yogyakarta oleh Belanda dengan mneggunakan tombak.

Dari hal tersebut memicu para pasukan belanda mendatangi Tegalrejo untuk menangkap Diponegoro. Pada saat perang ini terjadi pangeran Diponegoro telah membuat beberapa srategi diantaranya memcegah bantuan belanda dari luar, mencari dukungan dari ulama, bupati, bangsawan, dan tidak lupa untuk membagi wilayah pertahanan. Sedangkan dari pihak belanda yang di pimpin oleh seorang jendral yang bernama De Kock mereka ini memakai strategi Benteng Stelsel. Ini dia ciri ciri dari sinkronik:

  • Mempelajari sebuah peristiwa sejarah pada masa tertentu
  • Kajiannya jauh lebih sempit dan lebih sistematis
  • Tidak terdapat konsep perbandingan
  • Kajian jauh lebih mendalam

Jika menggunaka kedua konsep ini baik diakronik maupun sinkronik penjelasan mengenai sebuah peristiwa sejarah ini jadi lebih dalam lagi dan detail.

By sartika