Di kehidupan setiap hari sering istilah prokrastinasi dipakai dalam pembicaraan setiap hari bukan hanya di tengah-tengah kelompok siswa atau mahasiswa, tapi juga dipakai oleh orang dewasa dalam beragam seting. Istilah prokrastinasi ini umumnya digunakan untuk memvisualisasikan sikap pribadi yang tunda tugas sampai dekati tenggat waktu atau deadline.

Apakah itu Prokrastinasi dan Bagaimana Langkah Menanganinya?

Salah satunya contoh yang tersering dijumpai di tengah-tengah warga misalkan saja saat pribadi tunda kerjakan pekerjaan atau tugas rumah atau PR sampai minim dengan hari atau bahkan juga jam penghimpunan dengan argumen supaya lebih ditantang saat melakukannya.

Pada pribadi tertentu, sikap prokrastinasi terkadang memberi semangat yang lebih ke aktornya hingga membuat pembuatan pekerjaan atau tugas berasa lebih menggelora. Akan tetapi, sikap ini tidak selamanya memberi imbas positif dan tidak bisa ditolak jika ada beragam side efek yang diakui atau tidak.

Misalkan dengan kerjakan dalam saat yang terlalu singkat jadikan pribadi kurang cermat. Bukan itu saja, konflik dapat ada karena ketidaksamaan skema kerjakan pekerjaan dalam barisan yang ada aktor prokrastinasi atau procrastinator dan bukan procrastinator. Ingat keadaan itu, ada baiknya kalau kita ketahui lebih detil berkenaan prokrastinasi supaya tidak salah pahami atau rasakan imbas jeleknya.

Table of Contents

– Apakah itu Prokrastinasi?
– Tipe Prokrastinasi
– 1. Prokrastinasi aktif
– 2. Prokrastinasi pasif

– Pemicu Timbulnya Prokrastinasi
– Langkah Menangani Prokrastinasi
– 1. Membuat lis pekerjaan atau kegiatan
– 2. Mengganti pola pikir
– 3. Break down sasaran atau arah dan beri penghargaan
– 4. Jauhi destruksi

Apakah itu Prokrastinasi?

Secara harfiah, prokrastinasi ialah sebuah sikap tunda satu tugas yang semestinya ditangani. Sikap prokrastinasi ada karena ada hati tidak membahagiakan atau kebosanan (Procrastination, t.t.).

Selainnya pengertian secara bahasa atau harfiah, prokrastinasi mempunyai pengertian tertentu bila disaksikan dari pemikiran psikologi.

Salah satunya pengertian dari pemikiran psikologi dikatakan oleh Klingsieck (2013) yang mana sudah meliputi dan memperbaiki pengertian awalnya. Prokrastinasi disimpulkan oleh sebagai sebuah sikap tunda tugas atau kegiatan yang perlu, tanpa memerhatikan imbas negatif yang semakin besar dibanding imbas positifnya (Klingsieck, 2013).

Tidak hanya cuman karena ada penangguhan, Krause dan Freund (2014) mengaitkan dari beberapa pakar atau riset sebelumnya jika sikap prokrastinasi juga kuat hubungannya dengan gabungan penangguhan dalam kerjakan pekerjaan dan ketaknyamanan atau discomfort karena tunda tugas itu.

Tipe Prokrastinasi

Walau jika disaksikan secara pengertian prokrastinasi ini bermakna yang kelihatan sempit, tapi sikap ini mempunyai beragam type yang lain di antara satu sama yang lain. Cherry (2020) mengaitkan dari beberapa pakar berkaitan type prokrastinasi yang sudah dilakukan oleh pribadi jika sikap prokrastinasi dipisah jadi dua. Berikut dua tipe dasar dari prokrastinasi yang diambil kesimpulan oleh Cherry (2020).

1. Prokrastinasi aktif

Sikap prokrastinasi aktif saat pribadi berasa lebih ditantang atau greget saat kerjakan pekerjaan, tugas atau kegiatan tertentu bersisihan dengan tenggat saat yang ada. Type sikap prokrastinasi ini pas untuk menandai sikap prokrastinasi yang umumnya lebih gampang diketemukan di sekitar kita.

Misalkan mahasiswa namanya Xavier yang condong kerjakan pekerjaan minim dengan deadline penghimpunan pekerjaan sebab menganggap lebih terpacu dan ditantang saat beberapa detik akhir. Disamping itu ada beberapa pada mereka yang berasa lebih “inovatif” serta lebih mengucur saat kerjakan diakhir waktu.

2. Prokrastinasi pasif

Berlainan dengan prokrastinasi aktif yang condong mempunyai segi positif, sikap prokrastinasi pasif berkebalikan 180 derajat. Pada prokrastinasi pasif, penangguhan ada karena pribadi yang berkaitan alami kesusahan dalam memutuskan atau kesusahan dalam melakukan tugas dan pekerjaannya.

Seperti siswa Xavier yang jalani proses koreksi pekerjaan akhir. Dia tunda kerjanya karena kesusahan dalam tentukan sisi yang mana harus dikoreksi lebih dulu.

Pemicu Timbulnya Prokrastinasi

Sesudah ketahui beberapa hal biasa seperti pengertian dan wujud dasar dari prokrastinasi, kemungkinan tebersit dalam pikiran kita berkenaan pemicu dari prokrastinasi. Mengapa aku dapat alami prokrastinasi? Secara general ada banyak hal yang menyebabkan timbulnya sikap prokrastinasi pada pribadi.

Misalkan saja berasa dianya bisa bekerja atau melakukan aktivitas lebih optimal di bawah penekanan dan saat yang terbatas, masalah kesehatan, mempunyai rutinitas jelek untuk menanti waktu nyaris habis, ketidaktahuan tentukan ingin kerjakan yang mana karena tugas atau kegiatan yang terlampau sulit dan lain-lain. Akan tetapi ada satu keterangan yang bisa menjawab factor pemicu prokrastinasi yang kerap diketemukan.

Salah satunya factor yang bisa menerangkan timbulnya sikap prokrastinasi secara general ialah present-bias preference yang terkait dengan tidak konsisten waktu atau time inconsistency pada pribadi yang berkaitan.

O’Donoghue dan Rabin (2008) menerangkan jika pribadi dengan present-bias preference condong mempunyai permasalahan dalam pengaturan diri, karena condong memburu hadiah atau rasa suka yang instant atau cepat, dibanding penghargaan dari usaha atau tugas periode panjang.

Contoh simpel dari present-bias preference ini sebetulnya kerap diketemukan di kehidupan setiap hari. Misalkan saja pada orang mahasiswa semester akhir yang kerjakan skripsi cenderung pilih jalanan bersama beberapa temannya karena bisa rasakan kesenangan selekasnya dibanding kerjakan koreksi yang mana dua minggu kembali harus dikirim.

Sikap mahasiswa itu cukup memvisualisasikan jika dia lakukan prokrastinasi karena ada present-bias preference, karena pilih beraktivitas yang memberi penghargaan langsung yaitu jalanan, dibanding kerjakan koreksi yang memakan waktu tapi ada penghargaan semakin besar yakni cepat menuntaskan pembuatan skripsi.

Langkah Menangani Prokrastinasi

Berdasar type dan factor yang mengakibatkan munculnya prokrastinasi, bisa dijumpai jika ada beragam langkah yang bisa dilaksanakan untuk menangani keadaan itu. Berikut ada minimal tiga langkah simpel yang bisa dicoba untuk diaplikasikan dalam menangani prokrastinasi pada kehidupan setiap hari.

1. Membuat lis pekerjaan atau kegiatan

Membuat daftar beragam pekerjaan dengan manual baik di buku catatan, kalender, atau journal sampai daftar secara digital lewat program bisa dipakai sebagai usaha menangani prokrastinasi. Membuat daftar secara menarik, detil dengan proses atau perolehan, dan bisa disaksikan langsung oleh yang berkaitan bisa membenahi kecondongan prokrastinasi pada pribadi (Laschke dkk., 2013).

Pada riset itu Laschke dkk (2013) meningkatkan to-do-list proyek yang dikenali bernama ReMind. Akan tetapi, project yang dia bangun ini bisa disamakan dan diterapkan di kehidupan setiap hari untuk menangani prokrastinasi enteng sampai sedang.

Contoh implementasi to-do-list dengan detil bisa dilaksanakan sama dalam tabel di bawah. Isi pada tabel atau daftar bisa disamakan dengan keperluan masing-masing. Disamping itu, supaya gampang terpikir akan arah atau kegiatan yang ingin diraih, daftar itu bisa dipercantik dengan design tertentu seperti keinginan dan janganlah lupa untuk ditempatkan di tempat yang gampang disaksikan supaya kita tidak terlupa seperti meja belajar.

AktivitasDeadlineKeteranganKendalaMendesain poster acara Musik17 Agustus 2021Process finising (15 Agustus 2021)Kurang 2 photo dari pengisi acaraMembuat proposal riset31 Agustus 2021Proses ulasan (22 Agustus 2021)Menunggu hasil ulasanMendaftar kuliah pascasarjana15 September 2021Proses pengaturan proposal riset dan penghimpunan arsip administrasi (20 Agustus 2021)Kurang Proposal riset dan belum mengontak calon profesor
2. Mengganti pola pikir

Proses mengganti langkah berpikiran atau pola pikir pada pribadi tentulah tidak segampang apa yang disebutkan. Selainnya susah, proses ini memerlukan saat yang lama dan membutuhkan usaha yang tidak enteng.

Meski begitu, pola pikir procrastinator dalam menyaksikan kesempatan, imbas, peluang hasil atau penghargaan dari satu kejadian bisa diusahakan untuk diganti agar hentikan atau kurangi rutinitas mereka kerjakan diakhir waktu.

Salah satunya usaha yang bisa dilaksanakan untuk menangani hal itu dengan memiliki empati pada diri kita khususnya future-self atau memiliki empati pada future-self orang yang lain bergesekan dengan kegiatan itu (Procrastination, t.t.; Perlmutter, 2019). Future-self pada kerangka ini bisa disimpulkan sebagai keinginan atau arah yang ingin diraih.

Misalkan Budi yang mana seorang procrastinator bekerja bersama dengan Rangga yang bukan procrastinator. Untuk menangani atau kurangi sikap menundanya, Budi lebih bagus mengganti atau membuat pola pikir baru dengan meningkatkan empati pada Rangga seperti “selekasnya lakukan bagianmu, supaya R dapat selekasnya kerjakan. Di pekerjaan ini kamu tidak bekerja sendirian dan jika R tidak dapat dengan skema kerja deadliner ini kelak R dan saya rugi karena nilai mata pelajaran ini menjadi jelek”.

3. Break down sasaran atau arah dan beri penghargaan

Mengecilkan atau sederhanakan sasaran memberi peran tertentu dalam menolong procrastinator dalam menangani sikap tunda, khususnya yang karena kegiatan atau tugas terlampau sulit dan berasa susah untuk dituntaskan. Sederhanakan sasaran dengan membagikan sebuah proses panjang jadi tahapan-tahapan untuk capai sasaran khusus.

Cara ini benar-benar menolong karenanya menyaksikan sasaran yang lebih manageable atau kelihatan lebih gampang untuk dituntaskan, rasa overwhelmed pada pribadi menyusut dan berikan motivasi untuk selalu lakukan tingkatan kecil yang ada itu (Cherry, 2020).

Misalkan saja Julia sedang berusaha untuk meneruskan pengajaran pascasarjana yang prosesnya bila disaksikan secara utuh atau keseluruhnya kelihatan benar-benar meletihkan dan berasa susah untuk ditaklukan. Sesudah seringkali masa tunda registrasi karena overwhelmed sama yang dia temui, ini kali Julia menguatkan diri dengan menggunting proses yang panjang itu jadi 4 proses.

Pertama proses tentukan jalur dan calon profesor, ke-2 pengaturan proposal riset, ke-3 mengontak calon profesor, dan ke-4 menuntaskan administrasi registrasi. Setiap Julia menuntaskan 1 tingkatan, dia menyelamati dianya secara verbal dan/atau memberi penghargaan kecil untuk dianya seperti beli makanan kegemaran atau jalanan saat sebelum meneruskan proses seterusnya.

Dengan langkah ini, Julia bisa menangani sikap prokrastinasi dan memperoleh future-goal atau arah intinya di masa datang yaitu meneruskan pengajaran pascasarjana pada tempat dan dengan profesor yang dia harapkan.

4. Jauhi destruksi

Selainnya ke-3 hal yang sudah dikatakan itu, menghindar destruksi menjadi satu diantara poin penting untuk dilaksanakan (Cherry, 2020). Beragam usaha yang sudah dilakukan untuk menangani prokrastinasi ini tidak memberi dampak yang diharap bila pribadi yang berkaitan masih terjerat dengan destruksi yang ada.

Bermacam destruksi yang bisa mengacau pengaturan diri yang berperanan penting dalam menangani prokrastinasi, seperti media sosial, informasi dan lain-lain. Usaha meminimalkan atau menangani destruksi condong lebih gampang untuk dilaksanakan, misalkan saja menonaktifkan media sosial, informasi, dan lain-lain saat kerjakan satu tugas.

Sebagai contoh, Julia menonaktifkan pernyataan media sosial dan beberapa program yang lain mempunyai potensi mendistraksi saat dia membuat proposal riset. Julia selanjutnya aktifkan kembali saat dia tidak sedang kerjakan proposalnya, seperti saat dia sedang istirahat. Usaha Julia itu memberi peluang untuknya untuk selalu konsentrasi membuat proposal riset dengan minimal destruksi, hingga proposal yang ditangani bisa usai dengan saat yang lebih singkat dan kualitas yang lebih bagus.

Begitu keterangan ringkas berkenaan prokrastinasi dan banyak hal yang terkait atau berada di baliknya. Keterangan itu diharap bisa memberi deskripsi yang lebih pas untuk pribadi yang ingin menandai sikapnya atau seseorang dengan istilah prokrastinasi lebih tepat.

Disamping itu, ada keterangan berkenaan pemicu dan langkah menangani sikap itu diharap bisa tingkatkan pengetahuan menolong pribadi yang struggle dengan prokrastinasi, hingga imbas negatif yang ada bisa diminimalkan.

 

kunjungi juga hipnoterapi jogja

By dzail