Ada banyak tipe burung hantu di bumi ini, tetapi tidak semua dapat Anda piara di Indonesia. Bila Anda ingin memiara hewan malam hari ini, coba periksa artikel ini dahulu ya!

Di sini Anda dapat mendapati beragam jenis tipe burung hantu yang kemungkinan dapat Anda piara di Indonesia.

Pertama kali populernya unggas yang ini sesudah terkenalnya Harry Potter. Banyak fansnya yang inginkan untuk menjadi satu diantara pelajar Hogwarts dan usaha memiara burung hantu.

Walau sebenarnya anda tidak dapat asal-asalan memiara hewan nokturnal ini, lho!

Ada banyak poin utama yang penting Anda lihat supaya piaraanya dapat terurus secara baik.

Mengenali Burung Hantu

Burung hantu sebagai hewan yang terhitung di dalam kelompok ordo stigformes. Dia di kelompokan ke unggas karnivora dan sebagai hewan malam atau disebutkan hewan nokturnal.

menurut orang barat, hewan piaraan ini di yakin sebagai lambang kebijakan, tetapi di sejumlah tempat di Indonesia dia di yakin sebagai pembawa tanda maut.

Berikut penyebabnya di Indonesia dia dikenali bernama burung hantu. Ada beberapa tipe burung hantu yang menyebar di suluruh dunia. Dan di bawah ini akan kita ulas satu-satu. baca terus ya!

Tipe Burung Hantu

Sebenarnya ada sekitaran 222 spesies yang telah dijumpai dan menyebar di seluruh dunia terkecuali antartika. Karena antartika mempunyai temperatur yang terlampau dingin.

Tetapi tidak seluruhnya tipe burung hantu itu banyak dipiara di Indonesia. Bila anda ingin ketahui selanjutnya mana yang dapat dipiara di Indonesia, yok check langsung artikel berikut ini!

1. Serak Bukit

Burung ini juga dikenal bernama Oriental Bay Owl atau wowo-wiwi, tipe burung hantu yang ini sering disebut memiliki muka ciri khas yang serupa ular sendok.

Badan sisi atasnya warna coklat kemerah-merahan dengan bercak-bercak hitam dan putih. Sementara sisi bawahnya warna kuning kemerah jambuan dengan bercak-bercak hitam.

Burung ini terhitung di dalam salah satunya tipe burung hantu malam yang pemalu. Di mana dia akan habiskan waktu siangnya untuk duduk tiduran seperti burung paruh kodok.

Umumnya, dia akan makan tipe hewan mamalia kecil, burung, kadal, ular, katak, dan serangga besar. Dia akan memburu dari tempatnya dan umumnya akan tangkap mangsanya pada udara.

Burung hantu yang mempunyai harga dapat dijangkau ini memiliki sayap yang pendek dan membulat. Hal itu mempermudah burung ini untuk terbang bisa lebih cepat antara dahan-dahan pohon.

2. Serak jawa

Tipe burung hantu ini lebih banyak dikenali bernama burung hantu tyto alba, Barn Owl, atau burung hantu gudang.

Tipe badannya mempunyai ukuran besar dan bulu-bulunya warna kuning tua kecokelatan dengan bintik lembut di badan sisi atasnya. Dan pada bagian bawahnya warna putih dengan bintik hitam.

Ketinggian badannya sekitaran 34 cm hingga dapat disebut masuk ke salah satunya tipe burung hantu yang besar. Dia mempunyai muka yang seperti hati warna putih dengan pinggir warna cokelat.

Secara umum, komunitas alaminya ialah di daerah berpohon, pinggir rimba, perkebunan, pelataran, sampai taman-taman di beberapa kota besar. Kadang dia dapat diketemukan di wilayah dengan ketinggian hingga1.600 m di permukaan laut.

Tipe burung hantu ini kerap menempati di judul pohon atau perdu. Selanjutnya dia akan keluarkan suara yang kadang kedengar menyedihkan atau bersahutan dengan pasangannya. Romantis bukan!

Tetapi yang penting diperhatikan bila anda ingin memiara burung hantu ini ialah langkah perawatannya tidak asal-asalan.

3. Celepuk

Tipe burung hantu ini juga dikenal bernama Indian Scops Owl. Walau ukuran badannya cuman sekitaran 23-25 cm, tapi dia terhitung di dalam salah satunya tipe burung hantu type scops yang paling besar.

Celepuk mempunyai kekuatan penyamaran yang oke. Dia sukai sekali sembunyi di pucuk pohon yang mempunyai warna seperti badannya. Hal itu menjadikan benar-benar susah diketemukan pada siang hari.

Tetapi, secara umum dia dapat diketemukan dengan memerhatikan burung-burung kecil yang mengerumuninya saat ada di pohon. Bila ada suara halus “whuk” di atas pohon itu, memiliki arti ada celepuk yang sembunyi di situ.

Secara umum, komunitas burung ini adalah dalam rimba yang banyak pohonnya. Dia ialah pemakan serangga dan sebagai binatang nokturnal.

4. Celepuk gunung

Untuk anda yang baru cari tipe burung hantu yang gampang dipiara, celepuk gunung kemungkinan menjadi satu diantara referensi opsi buat anda.

Burung ini juga dikenal bernama Javan Scops Owl, dia terhitung tipe burung hantu sangat jarang yang cuman diketemukan di Indonesia.

Badannya warna merah bata cokelat dan dia mempunyai tepi mata warna kuning dan paruh krem. Ukuran lumayan kecil dan imut.

Keunikan yang lain yakni mempunyai baris yang terbagi dalam bintik putih berupa segitiga putih pada pundaknya.

Umumnya dia gampang diketemukan di rimba basah pegunungan dengan ketinggian 1.000-2.500 m di permukaan laut. Dan dia sukai bereaksi pada tiruan suaranya yang seperti siaulan metalik “pliuw-pliuw” dengan jeda 12 detik.

Dia suka juga sekali bersarang di ceruk pohon dan sisa sarang pelatuk dengan tinggi sekitaran 2-7 mtr. dari permukaan tanah.

5. Celepuk Merah

Bila anda cari tipe burung hantu yang memiliki ukuran kecil, celepuk merah ini satu-saunya. Dia juga dikenal bernama Reddish Scorp Owl dan mempunyai nama latin Otus rufescens.

Pada umumnya, komunitas alaminya ada di daratan rendah, tapi ada pula yang hidup di wilayah dengan ketinggian capai 1.350 m di permukaan laut.

Umumnya burung ini diketemukan di wilayah dengan beberapa pohon-pohonan, bukit-bukit, dan rimba primer dan sekunder.

Burung ini mempunyai ukuran badan sekitaran 15-18 cm saja.

Umumnya dia akan bersarang untuk berkembang biak pada bulan maret sampai juli. Dia akan membuat sarangnya di lubang pohon, bahkan juga kerap memakai sisa sarang burung pelatuk.

Sumber referensi: Genemil.com