Keadaan ekonomi memang sering alami peralihan dan pada akhirnya akan memengaruhi satu negara atau satu daerah. Peralihan keadaan ekonomi, baik secara berarti atau mungkin tidak umumnya akan bawa rugi. Wujud kerugiannya berbagai macam. Peralihan keadaan dan segala hal yang disebut dampaknya terang akan memunculkan domino efek pada bidang tertentu, baik pada cakupan kecil atau di semua sisi bidang.

Walaupun perkembangan tehnologi saat ini terus-terusan berkembang, tetapi tetap dirasakan belum sanggup meramalkan resiko apa yang dapat atau bisa terjadi di periode mendatang dalam sebuah usaha. Karena itu diperlukan penangkalan atau mitigasi secara eksklusif supaya rugi yang tiba dari peralihan keadaan ekonomi itu tidak ada.

Untuk menangani semua, beberapa pemilik usaha dan UMKM memerlukan management resiko usaha. Management resiko ialah proses mengenali, menganalisa, menilai, mengontrol, usaha menghindar, meminimalisir, atau bahkan juga hilangkan resiko yang tidak bisa diterima. Dalam masalah ini resiko terkait dengan pendekatan atau metodologi dalam hadapi ketidakjelasan dalam usaha.

5 Taktik Management Resiko Usaha yang Dapat Diaplikasikan UMKM

Mengapa dalam sebuah UMKM management resiko dibutuhkan? Karena UMKM yang notabene bergerak di dunia usaha dengan rasio kecil bisa juga terserang dampak dari peralihan keadaan ekonomi. Jika UMKM sampai alami rugi, tidak hanya aktivitas operasinya yang berhenti, tetapi juga bisa mengakibatkan penghentian kerja beberapa pegawainya.

Implementasi management resiko usaha di cakupan UMKM, sebetulnya bisa dilaksanakan secara mudah. Untuk meminimalkan rugi yang kemungkinan terjadi, beberapa taktik berikut dapat digerakkan supaya usaha kamu masih tetap berjalan baik.

Kamu dapat mencoba untuk menganalisa resiko usaha apa yang kiranya kemungkinan bisa terjadi pada usahamu. Analitis ini mencakup analitis faktor keuangan, analitis faktor resiko sumber daya manusia, analitis faktor kekuatan pasar, analitis faktor produk, analitis faktor konsumen setia, analitis faktor kompetitor, analitis faktor bahan baku/bahan produksi, dan analitis faktor marketing.

Resiko usaha yang kemungkinan terjadi diantaranya, ada ongkos produksi yang terlalu berlebih, hutang modal yang besar, lenyapnya keyakinan dari penanam modal/investor, sumber daya manusia yang gaptek, protes dari customer yang berasa tidak senang.

Yang diartikan memikul sendiri rugi di sini yaitu berani bertanggungjawab dan terima resiko yang kemungkinan terjadi karena salah satunya resiko usaha.

Tujuan dari terima ialah kamu, harus, dapat mengikhlaskan rugi itu terjadi. Sikap ini diambil jika memanglah tidak ada langkah lain kembali untuk melawannya. Misalnya jika kamu salah lakukan rekap uang masuk dan keluar atau salah mengirimi barang. Atau jika pegawaimu ada yang lakukan salah terima order salah bikin design. Rugi yang terjadi memang seharusnya diterima.

Dalam usaha jumlah besar, sikap menghindar resiko usaha semacam ini biasanya dipandang tidak efisien karena ini memiliki arti kamu tidak berani ambil peluang untuk usaha dan menangani resiko. Bahkan juga bisa jadi kamu dipandang tidak belajar akan apa saja dari ide management resiko ini.

Tetapi, dalam rasio kecil ini bisa jadi dilaksanakan dan dipandang lumrah. Takut akan resiko alami rugi dalam penghasilan setiap hari UMKM? Karena itu cematilah dalam menulis penghasilan dan outcome harian kamu. Takut akan merasakan karyawan yang malas dan sukai menghamburkan waktu? Lebih jelilah saat lakukan interviu saat proses akseptasi karyawan.

Kurangi kekuatan resiko usaha memiliki arti cari sebuah perlakuan untuk kurangi rugi dari sebuah resiko yang mungkin terjadi.

Tidak berarti kesempatan untuk timbulnya resiko jadi lenyap sama sekalipun. Peluang resiko terjadi masih tetap ada, tetapi efeknya sedapat mungkin dikurangkan. Misalkan, mekanisme sirene pendeteksi kebakaran, kebakaran masih tetap bisa jadi terjadi tetapi resiko rugi bisa dikurangkan dengan mekanisme ini.

Point ke-5 ini tujuannya ialah pemilik UMKM seharusnya sanggup mengubah pengendalian resiko dan rugi yang kemungkinan datang. Kamu pemilik usaha dapat mengubah tanggung-jawab pada pihak lain dengan bayar jasa itu.

Misalnya jika kamu mempunyai usaha berdikari barang pecah iris dan harus mengirimkan ke arah tempat yang lumayan jauh tetapi jalurnya kurang pantas, karena itu kamu dapat sewa jasa faksi lain. Dibanding kamu atau karyawan yang mengantarkan, lebih bagus kamu memutuskan untuk keluarkan beberapa dana buat bayar jasa pengantar yang mempunyai asuransi barang pecah iris. Secara automatis, resikonya kamu alihkan ke faksi jasa pengantar. Oleh karenanya untuk menimalisir resiko itu, kamu dapat memakai program kasir untuk perubahan usaha kamu.

 

Baca Juga: ide bisnis dari korea

informasi selengkapnya kunjungi : situs untuk belajar bisnis online

By dzail