Proses melahirkan saja sudah dipandang sebagai momok oleh beberapa wanita, apalagi harus melahirkan di tengah kondisi pandemi seperti ini. Pasalnya Covid-19 bisa mengancam siapa saja, bahkan pada ibu yang sedang mengandung. Meski aktivitas keluar rumah tidak begitu banyak, misalnya saja untuk berbelanja atau menuju rumah sakit untuk konsultasi dokter spesialis kandungan. Namun, hal tersebut tetap berpotensi bagi wanita yang sedang hamil untuk terpapar.

Tentunya memikirkan resiko perpaduan dua hal tersebut secara berlebihan dapat menyebabkan stress. Namun sebaiknya, tekanan seperti ini dihadapi dengan tenang. Karena kondisi mental Ibu akan berpengaruh pada perkembangan si anak. Hal yang harus diterapkan adalah prosedur kesehatan untuk menjaga keselamatan ibu dan anak sampai persalinan tiba.

Ada baiknya jika ibu hamil mulai mempersiapkan diri untuk melahirkan di tengah pandemi ini agar tidak menyebabkan kepanikan yang membahayakan buah hati. Berikut ini beberapa hal yang perlu di garis bawahi untuk ibu hamil yang sedang mempersiapkan persalinan.

  1. Proteksi diri

Secara alami kehamilan menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun. Menurut Dominic Marchiano, seorang asisten profesor obstetri dan ginekologi Universitas Kedokteran Pennsylvania menyebutkan bahwa di dalam tubuh terdapat sel T yang berfungsi sebagai agen pengontrol virus. Selama kehamilan aktifitas sel ini umumnya akan mengalami penurunan, dan hal inilah yang menyebabkan imunitas jadi melemah.

Melemahnya imunitas inilah yang meningkatkan resiko ibu hamil untuk terinfeksi oleh virus. Untuk mengurangi resiko tertular virus, penting sekali bagi ibu hamil untuk melakukan pencegahan yaitu dengan rajin mencuci tangan, baik dengan sabun atau hand sanitizer, menghindari kerumunan dan kontak dengan orang yang sakit, dan yang penting lagi untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut jika belum mencuci tangan. Selain itu, jaga daya tahan anda dengan mengkonsumsi makanan bergizi, atau bisa juga ditambah dengan mengkonsumsi suplemen.

  1. Pilih tempat melahirkan

Pilihlah tempat melahirkan, akan lebih baik jika konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Baik di rumah, klinik, atau rumah sakit, masing-masing memiliki resiko dan manfaat untuk sang ibu hamil. Namun, disarankan agar bumil melahirkan di rumah sakit agar kondisinya dapat diawasi oleh tenaga ahli selama proses persalinan.

  1. Penangan khusus bagi ibu hamil bergejala atau terpapar COVID-19

Apabila bumil merasakan gejala COVID-19 seperti batuk, demam, dan sesak nafas, segera lakukan isolasi mandiri dan hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan arahan lebih lanjut. Ibu hamil yang terpapar virus Corona harus dirujuk ke rumah sakit rujukan COVID-19 terdekat untuk menjalani isolasi dan diberi penangan khusus, baik menjelang persalinan, selama proses persalinan, maupun setelah bayi lahir.

Selama masa isolasi, ibu hamil dengan COVID-19 akan tetap mendapatkan perawatan dan pengawasan kehamilan, fasilitas melahirkan yang memadai, serta dukungan moril. Selain itu, bayi yang dilahirkan juga akan tetap mendapatkan ASI serta perawatan dan pengawasan. Untuk pencegahan penularan, Ibu dan bayi tidak menggunakan ruang rawat yang tergabung. Ibu tidak dianjurkan untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) karena ASI akan diperah dan diberikan kepada bayi melalui botol untuk mencegah potensi penularan saat menyusui. Kendati demikian, jika tetap ingin untuk menyusui langsung Ibu harus memakai masker jenis N95 dan face shield.

Sebenarnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama anda mentaati protokol kesehatan dan rutin konsultasi dengan dokter spesialis kandungan seiring dengan bertambahnya usia kandungan. Agar proses persalinan berjalan lancar, rencanakan baik-baik persiapan proses persalinan sejak trimester ketiga.