UMKM lokal diharapkan oleh berbagai pihak terutama oleh Presiden RI beserta jajarannya agar mampu naik kelas dan go digital untuk era yang akan datang. Edukasi paksa yang dilakukan oleh berbagai pihak juga dilakukan demi kemajuan Indonesia dan UMKM lokal agar dapat go internasional dan percaya diri untuk menghasilkan produk-produk yang semakin baik ke depannya.

Dilansir dari Detik Finance (06/01/21), Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang diwakili oleh Deputi bidang kelembagaan, Rully Nuryanto mengatakan pada acara Cooperative Entrepreneur Millenial Digital ke Detik Finance bahwa Potensi ekonomi digital Indonesia di 2025 mencapai US$ 124 Miliar dengan potensi terbesar di e-commerce, semenjak pandemic hadir ada 37% pengguna internet baru.

Menurut Menteri Koperasi, memasuki ekosistem digital para pelaku usaha koperasi dan UMKM paling tidak harus lalui 5 tahapan. Kata Rully kepada kepada detik finance, lima tahapan itu adalah yang pertama kesadaran dan kepedulian kita sudah memasuki industry 4.0 dimana semua dituntut serba digital, kedua diperlukan edukasi, pengetahuan dan literasi digital, ketiga kompetensi digital, keempat penggunaan digital dalam aktifitas sehari-hari, dan yang terakhir adalah kita sudah harus masuk transformasi digital dalam aktifitas usaha.

Kemenparekraf memiliki program bangga buatan Indonesia (BBI) yang merupakan program berwujud nyata dari UMKM naik kelas. Program tersebut berfokus pada transformasi produk lokal sebagai produk wisata, terutama pada destinasi super prioritas yang dimana banyak produk lokal berpotensi bisa bersaing dengan produk impor.

Pasar Digital UMKM hasil inisiasi KBUMN dan BUMN lainnya ini dinilai sebagai platform digital yang akan membantu UMKM untuk dapat maju lebih cepet secara digital dan siap untuk go digital di era yang akan datang. Dengan adanya Gerakan Go digital dari pasar digital pengadaan barang dan jasa BUMN ini diharapkan ke depannya UMKM dapat semangat untuk berjualan secara online dan siap untuk merambah pasar global.

Meluncur pada Agustus 2020, platform digital beli barang dan jasa pemerintah ini mengakui bahwa sejak peluncurannya hingga akhir tahun 2020 mereka terus berusaha mengembangkan, mengedukasi UMKM serta berusaha untuk memberikan kemudahan agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di era digitalisasi sekarang ini, fitur pembiayaan UMKM, pasar yang pasti serta kepastian pembayaran menjadi salah satu keunggulan platform digital jual barang dan jasa pemerintah ini pada penugasannya.

Pada 2021, 47 BUMN lainnya yang baru bergabung di platform digital pengadaan barang dan jasa BUMN ini disiapkan untuk membuat transaksi secara besar-besaran agar pembelian secara merata dapat terealisasi dan UMKM mampu memajukan perekonomian Indonesia serta mampu bertahan dan semakin besar di masa depan. Kementerian BUMN menginginkan transaksi secara besar-besaran dan secara berulang terjadi di platform digital ini.