Faktor penyebab kenaikan suhu di Surabaya adalah kurangnya tanaman. Untuk melengkapi hawa panas di Kota Surabaya, Surabaya merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan udara panasnya. Oktober 2019, suhu di Surabaya sekitar 35 derajat Celcius. Kami telah merangkum beberapa tips dari BMKG yang bisa dilakukan. Yuk, simak tips di bawah ini

Temukan peluang usaha terbaru, ada banyak ide usaha yang bisa kamu jalankan hanya dengan modal kecil, silahkan bisa klik tautan tersebut.

1. Kurangi aktivitas luar ruangan

Sebaiknya Urbanreaders mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari tinggi matahari. Namun jika perlu beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa minum lebih banyak, kenakan pakaian tipis dan nyaman, serta siapkan pelembab kulit. Waktu yang tidak boleh Anda hindari beraktivitas di luar ruangan adalah pukul 11.00 – 15.00 WIB. Karena pada saat itu suhu udara naik.

2. Tingkatkan asupan buah dan sayuran berair

Nah, beberapa buah dan sayuran yang mengandung banyak air yang bisa Anda bawa antara lain nanas, jeruk nipis, semangka, blewah, strawberry, ketimun, dan tomat. Buah dan sayuran memiliki kandungan air di atas 80 persen pria.

3. Jangan lupa, istirahatlah yang cukup

Istirahat yang cukup akan membantu tubuh Anda tetap fit meski mood sedang tidak baik. Jadi, pastikan kamu punya waktu istirahat yang cukup, semuanya

4. Apakah panas membuat Anda ingin mandi? Ya, selama …

Untuk mengatasi cuaca panas, wajar jika kita ingin mandi untuk menyegarkan diri. Tapi ingat, udaranya panas, jangan sering mandi. Karena ini akan membuat kulit menjadi lebih kering.

5. Hindari makanan tinggi protein

BMKG Juanda menganjurkan untuk menghindari makanan yang mencegah banyak protein. Karena jika Anda mengonsumsi makanan yang tinggi protein, panas dalam tubuh Anda akan meningkat.

Beberapa makanan kaya protein antara lain telur, daging, makanan laut, susu dan produk olahannya, brokoli, gandum, dan kacang-kacangan seperti kacang polong, almond, kacang polong, buncis, dan kedelai.